Monday, May 6, 2013

"Tempatnya bagus, saya berani menjamin, bukannya tempat-tempat murahan biasa," pria itu kembali bicara dengan nada yang bersemangat. "Tidak jauh dari Knez Mihailova."

Aku memasang wajah datar.

"Saya ini pria yang jujur dan terhormat. Menipu adalah sesuatu yang pantang. Jika saya bilang bagus, Anda bisa percaya tanpa ragu." Ia melanjutkan, berbelok di sebuah tikungan. "Banyak yang berkunjung dan puas. Semestinya Anda mencoba, selagi masih baru."

Lelaki paruh baya ini telah terlatih memasarkan. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang penuh keyakinan mampu menerbitkan sedikit rasa penasaran, jika bukan ketertarikan. "Apa istimewanya?"

"Konsepnya segar," ujarnya meyakinkan. "Seperti kantor polisi dan penjara, begitu kira-kira nuansanya. Anda datang, memilih sesuka Anda, kemudian selanjutnya kira-kira Anda yang menentukan."

Ia mengangkat alis dan terkekeh.

Mungkin bedebah tua ini tidak tahu aku penduduk asli Serbia yang keluarganya sudah menetap sedemikian lama sejak beberapa generasi dan memiliki berbagai usaha, termasuk yang jenisnya begini. Sepupuku Mirko baru membuka satu, kurang dari setengah tahun yang lalu. "Apa namanya?"

"Intimates," ia menjawab. "Atau Inmates, dengan 'ti' yang diselipkan memakai tanda kurung. Anda tahu, permainan kata anak-anak muda begitu."

Tidak pernah mendengarnya. Aku mengangguk dan kembali memandang ke luar jendela, mengingat kejadian tidak mengenakkan di Petrovaradin tempo hari, sekaligus menimbang-nimbang apakah ini saatnya untuk bertindak dewasa atau membiarkan Milan Lazarov yang lama mendobrak untuk berkunjung.

No comments:

Post a Comment